Alasanku memilih

Ya Allah

hati tak dapat membohongi ketika harus memilih antara perasaan cinta dan Hukum Allah.

ini saatnya bagiku untuk melepaskan segala yang bukan hakku.

ini saatnya bagiku belajar mengikhlaskan yang bukan miliku.

ini saatnya bagiku untuk mengukur sejauh mana aku dapat bersabar

hmmm sungguh terlihat sulit.

tapi ini waktu yang tepat sebelum semua terlambat, sebelum aku ataupun dia memiliki perasaan yang lebih jauh dari pada ini.

bagaimana jika itu semua mengundang murkaNya ?

bagaimana jika itu semua menjadi alasan terhadapku tak boleh memasuki syurgaNya ?

aku takut, sungguh takut tapi inilah alasan yang kuat untukku memilih jalan ini.

agar Allah tak murka kepadaku

agar Allah tak bertanya kepadaku alasan yang sehingga membuatku terhenti untuk memasuki syurgaNya.

itulah dunia. indah dimata padahal sesungguhnya adalah batu kerikil yang dapat melemparku ke NerakaNya jika aku tak mampu bertanggung jawab atas amanah sebagai wanita.

aku bicara pada hati sungguh sulit untuk menjadi wanita, terlagi hidup diakhir jaman sekarang ini yang banyak sekali menentang hukum Rabbku. hukum agamaku.

wanita itu aurat yang dapat menimbulkan syahwat untuk para kaum adam jika tak dapat menjaga diri

wanita itu sumber fitnah pada manusia jika tak dapat memperbaiki diri

sulitnya, bagiku sulit sangat sulit selama tak menuruti hukum Rabbku.

tetapi selama di hati selalu dipenuhi Allah Allah Allah jalan yang tajampun akan terasa nikmat karena yakin hidup tak sendiri melainkan Allah lah yang membantuku sebagai pelindungku.

aku iri pada wanita shaliha yang menjaga dirinya, menjaga hatinya, pandangannya, hidupnya hanya untuk mengabdi pada Allah SWT, yang berlomba-lomba mendapatkan cinta KekasihNya Rasulullah SAW.

maka dari itu aku memilih jalan ini.

sesulit apapun itu In syaa Allah, akan selalu dipermudah karena niatku hanya karena Allah.

“Berpisah karena Allah, Mencinta karena Allah”

dan ini aku katakanImage berpisah karena Allah.

In syaa Allah indah pada waktunya.

 

Kebanggaan hati

Jika aku fikirkan secara emosional rasanya aku tak ingin mengenalmu dari awal. jika begini harus kuterima dalam hati begitu sempit dengan namamu. entah aku juga merasa bingung harus seperti apalagi dan harus bagaimana lagi menyikapi ini semua. aku diam dari pertama aku diam jika aku harus mengingat kebelakang air mata ini tak sanggup tertahan lagi.

kau !!! sudah berkali kali aku merasa dikecewakan tetapi aku tak pernah dikecewakan . sudah berkali kali mungkin aku tak di hiraukan, tapi hati tak dapat menghiraukanmu. aku mulai biasa balajar mencintamu dalam diam. aku mulai biasa saat merindu tak pernah aku ingin untuk bertemu denganmu. aku mulai biasa diam diam hanya mendoakanmu tanpa ingin kau tahu begitu aku peduli denganmu, mulai biasa diriku dengan jalan yang tak biasa . saat semua terasa asing aku mencoba tak mengasingkan diriku dengan segala keinginan yang membuat aku lelah menunggu.

tapi banyak sekali aku mencoba untuk mempertahankan perasaan yang ada ini. banyak kecewa mengapa harus tetap bertahan. bahagia senang sedih itulah yang aku rasakan sendiri. itulah mengapa harus menjaga hati dengan hati-hati karena sesungguhnya Allah melarang hambanya memiliki kekasih diluar pernikahan. itulah yang aku terus coba agar tetap mempertahankan ini semua agar Kasih sayang Allah SWT terus terasa dihati. sungguh kasihImage sayangNya yang kita butuhkan. cinta dihati ini hanya perwujudan kasih sayang Allah agar kita belajar mencintai sesama hambaNya juga sebagai ujian agar bagaimana kita memanage ini semua . Ma Syaa Allah begitu indah semua ini.

aku hanya ingin kisah cintaku seperti Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi thalib yang menggertakan seisi dunia . kalian tahu ? tak ada kisah cinta yang mengharukan dan membuat iri setiap insan di dunia ini selain kisah mereka berdua. semoga dengan diterangi kisah itu aku dapat terus istiqamah dalam menahan rasa cinta dan rinduku ini.

Kau Ikhwan yang ada dihatiku, sungguh saat ini kaulah pemilik hatiku kau sangat bebas bermain di hatiku dengan sangat mudah kau membuatku bahagia juga dengan mudahnya kau membuatku merasa terluka.

semoga kelak di Akhirat nanti kita dapat bertemu, tak apalah jika di dunia ini kita tak dipertemukan bahkan kau bukan jodohku di dunia ini. tetapi di akhiratlah sebaik-baiknya tempat kembali dan  sebaik-baiknya tempat bertemu. karena tak ada perpisahan yang akan kita rasakan. tapi sungguh akupun ingin menjadi bidadari syurga dan duniamu .

ketika Allah tak merestuiku padamu, sungguh aku yakin ada yang lebih baik darimu. walau hatiku menginginkan dirimu. biarlah Allah yang mempersatukan dan memisahkan dengan caraNya yang sempurna tanpa cacat sedikitpun.

salamku padamu semoga kau di berkahi dengan penuh keluhuran . aamiin .

aku tunggu di istana yang aku sangat banggakan kelak jika kau jodohku kau akan membawaku dan menghalalkanku . biarlah kusimpan segala rasa ini dihatiku. lelaki pujianku .