Salah Menjemput

Assalamualaikum,

Inginku uraikan sedikit alamat yang salah ku tuju.

alamat yang sebelumnya terbesit adalah rumah tuk hatiku yang usang.

alamat yang sangat aku banggakan, karena penuh dengan kedamaian, pujian dan kelebihan.

kedamaian saatku merindu,

pujian lirih kesetiaan,

kelebihan untuk belajar mencoba,

dari rumah itu aku belajar tuk memantaskan diri, agar aku yakin saat aku memasuki rumah itu aku memang orang yang tepat.

dari rumah itu aku belajar berdiri tanpa kesakitan, luka dan harapan. kenyataan itu semua teman kala menginginkan rumah itu, dari situ aku belajar mencari arti sabar.

jangan salah menilai, aku tak sebaik dan sesabar seperti tulisan ini,

tetap saja aku mengeluh tetap saja aku merasa tak sabar tatkala belum memasuki rumah idaman itu,

rumah yang sangat nyaman sepertinya, jika aku duduk di dipannya, terlelap di pelukannya.

ternyata sudah ku coba dan ku paksa, kuncipun tak bisa berbohong.

kunci tak sama, tak bersatu, tak sejalan lalu tentu saja aku harus menerima ternyata aku tak memiliki kunci untuk memasuki rumah idamanku itu.

masihku menunggu dan berharap.

diberikan kesempatan kesekian kalinya untuk memasuki rumah idaman ini, lagi lagi kuncinya tak pernah sama.

ku telaah kembali alamat yang terisat tersebut, benarkah aku datang secara tepat dan benar ? atau ada hal lain yang telah menghalangi.

merenungi kembali, hingga benar benar aku tersadar……….

rumah itu bukan milikku,

mungkin rumah itu sudah memiliki pemilik yang asli,

sejauh apapun diri ini mencoba takkan pernah berhasil selama kunci yang dipegang tak pernah benar,

tahukah apa kuncinya ?

Kunci yang paling sederhana, yang dimiliki setiap insan didunia ini.

yang lembut lagi tersayang tiada banding,

kunci yang selalu dibawa kemana diri ini berada…

yaitu ” Hati “

aku telah salah menuju alamat,

aku telah salah memilih rumah,

aku telah salah, yang jelas rumah itu bukan milikku.

pasrahku pada Sang Illahi pemilik kerajaan kunci hati.

aku tersadar kini, alamat itu masih menungguku tuk ku temukan,

aku tersadar, hari kemarin hanya fatamorgana keindahan sesaat.

terimakasih untukku padamu,

 

Dearest

Merry Melindasari,

A secret love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s