Ketika sebuah kesalahan menjadi menyenangkan

Assalamu’alaikum semua,

Ini kalo diliat dari judulnya gak enak banget ya, mana ada sih sebuah kesalahan menjadi menyenangkan? Terus juga Siapa sih yang suka sama “Kesalahan” ? Semua orang pasti tahu ya, kesalahan itu the worst thing could happened. Sampai-sampai kita berusaha menghindar dari kesalahan, malah ada juga yang benci. Rasanya kalo udah salah, dongkol aja ini hati, hehehe.

Nah, dulu saya juga begitu kok. Waktu saya masih sekolah, saya selalu berusaha menghindari dari sebuah kesalahan entah itu dalam pelajaran, dalam sikap maupun prilaku, pokonya hampir semua deh. Karena saya selalu punya pengalaman buruk tentang hal itu, saya selalu takut berbuat salah, dan saya akan merasa tertekan dengan kesalahan yang sudah saya perbuat. So, saya benci banget sama kesalahan.

Eits, tapi itu dulu ya.

Sekarang saya sudah bekerja, saya sudah bisa mencari uang sendiri, saya sudah bisa memutuskan hal apapun dalam kehidupan saya. Lalu apa hubungannya dengan kesalahan? Hahaha, Oke kita bahas yuk!

Semua orang pasti selalu ingin pekerjaannya terlihat bagus, profesional dan mahir dalam bidang apapun, sampai kita harus bekerja keras, teliti, mata kita di paksa jeli untuk meminimalisirkan sebuah kesalahan, apalagi bagi mereka yang sudah bekerja. Wah, kesalahan itu fatal banget deh pokonya.

Tapi kita kan gak mungkin terus-terusan menyalahkan “kesalahan” karena hal itu datang karena diri kita sendiri. Nih, saya kasih beberapa tips untuk menangani sebuah kesalahan yang bisa menjadi menyenangkan :

  1. Calm, and Try again

Bersikap tenang, lalu coba lagi dan lagi kayanya udah basi ya, apalagi kalo sudah berbuat kesalahan, ah yaudah deh bawaanya panik, kepikiran, dan ujung-ujungnya give up alias nyerah. Padahal kalau kita mau berusaha, kesempatan akan selalu ada. Jadi untuk teman semua yang telah/belum melakukan kesalahan, harus selalu tenang dan percaya pada diri sendiri, kemudian berusaha lagi deh. Salah, lanjut berusaha. salah lagi, lanjut lagi berusahanya. Sampai kapan? Sampai semuanya menyenangkan. huehehe.

  1. Learn from yesterday

Bahkan hal yang terjadi di hari kemarin bisa membuat kita lebih baik di hari ini. Kuncinya satu yaitu belajar dari hari kemarin, entah itu yang baik maupun yang buruk, kita harus membuka hati seluas-luasnya dan menerima segala-galanya kalau kita bukan manusia sempurna, semua orang tidak akan ditemukan secara sempurna dan semuanya pasti melakukan kesalahan. Nah kan ya, saat kita sadar dari hal ini, kita harus mau belajar dari yang sebelumnya. Nanti pas di jalan kedepan nemu cara deh buat gimana sih harus mengerjakannya dengan baik.

  1. Fokus, Percaya diri.

Pasti kita ngerasa kecewa sama diri sendiri kalau sudah melakukan sebuah kesalahan misalnya, “Ih kenapa tadi gue gak gini, atau gitu atau dll ” “Seharusnya gue tadi lakuin ini” “Ya ampun gitu aja oon banget sih sampe salah” blablablabla…… Tuh kan sampe ngehujat diri sendiri, akhirnya kefokusan hilang, percaya diri hilang ujung-ujungnya apa? Give up lagi kan. Duh mentalnya nih yang harus diperbaiki (huhu sebenarnya saya juga sering ngerasa gini)

Tapi, kalau kita mau tetap fokus membereskan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita, percaya diri akan muncul secara Cuma-Cuma tanpa kita harus mencarinya. Dan kalau udah percaya diri, everything seems possible ya ^^, apalagi percaya sama pertolongan Allah. hehehe, just remind for myself and all of you guys, LIBATKAN ALLAH DALAM SETIAP PERBUATAN. huhu maaf yak pake capslock gitu, abis suka geregetan sama diri sendiri kalo udah lupa akan hal itu.

  1. Jadikan kesalahan sebuah kemenangan.

Aduh, apa pula ini maksudnya? makin ngawur ya? hmm ok! mari kita bicarakan dengan serius sekarang!
Kita tahu sebagai manusia tidak ada yang tidak pernah melakukan kesalahan, Seorang Profesor terpintar di dunia ini yang sudah membuat buku paling tebal, yang banyak menginspirasi orang aja selalu menulis di kata pengantar permintaan maaf karena memiliki banyak kesalahan, apalagi kita yang dangkal, ups hehehe, saya maksudnya.

Jadi, Calm and try again then learn from yesterday after that tetap fokus dan percaya diri hingga kita bisa menjadikan sebuah kesalahan menjadi menyenagkan. kenapa begitu ?

  1. Karena sebuah kesalahan kita diberi kesempatan untuk berusaha lagi
  2. karena sebuah kesalahan kita di tuntut untuk fokus memperbaiki
  3. karena sebuah kesalahan kita lebih pintar dari sebelumnya
  4. karena sebuah kesalahan kita lebih hati-hati dalam bersikap
  5. karena sebuah kesalahan kita dapat mengetahui yang sesungguhnya
  6. karena sebuah kesalahan kita lebih mengerti sejauh mana kemampuan diri kita masing-masing.
  7. karena sebuah kesalahan kita tahu dimana titik sebuah kemenangan akan terlihat jelas
  8. Karena sebuah kesalahan adalah hal yang menyenangkan.

Sebenarnya masih banyak lagi, tapi saya memberikan kesempatan untuk kalian semua agar memikirkan lebih dalam karena sebuah kesalaha kalian bisa dapat apa lagi.

Jadi dari hal tersebut, saya berfikir kesalahan bukanlah suatu yang menyeramkan yang saya harus hindari, malah saya harus berurusan dengan hal ini jikapun saya melakukannya, dan dengan kunci tips di atas tadi saya membuat diri saya belajar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jadinya saya sangat suka ketika melakukan kesalahan, loh? hehe, maksudnya saya jadi tahu dimana letak kelemahan saya, dan belajar lagi deh untuk memperbaiki. Menyenagkan, kan?

Maaf ya sebelumnya, bukan maksud saya menyuruh untuk selalu berbuat kesalahan. Karena memang kesalahan bukan hal yang untuk lelucon, namun kita juga harus berfikir mengapa diciptakan sebuah kebenaran jika ada sebuah kesalahan. Kesimpulannya ada pada fikiran kalian sendiri ya, kalian yang lebih tau jawaban dari kesimpulan yang tepat itu seperti apa.

Semoga bermanfaat,

Wassalamualaikum wr, wb

Advertisements

Ketergantungan “Ya” atau “Tidak”

logic feeling

This is gonna be awesome, how much you can trust yourself to rely on logic when your heart says no!

 

Logika mengatakan “Ya” namun pikiran berkata “Tidak” sounds like funny ketika kalian harus memilih diantara kedua pernyataan yang sama-sama berasal dari diri kalian. Jadi apa yang harus kalian lakukan dan yang mana yang harus kalian pilih?

Hidup itu berkontrak pada ketergantungan satu sama lain, sadar atau tidak kita akan tetap merasa bergantung pada sesuatu hal, entah pada manusia, alam, bahkan seluruh makhluk hidup di planet ini. Terori tentang hal tersebut telah kita pelajari selama berada di bangku sekolah, sekarang kita hanya perlu menunggu, menonton, memahami bahwa semua itu benar adanya.

Namun dasarnya manusia merupakan makhluk yang tak pernah puas, banyak dari mereka saling menyakiti, saling menjatuhkan demi kepuasan pribadi tidak sampai situ, Bahkan alam kini menjadi salah satu dari sekian banyak pilihan untuk dikuasai oleh mereka.

Logika manusi berjalan ke suatu arah sehingga menimbulkan paradigma bahwasanya Alam perlu di kelola lebih baik oleh tangan mereka, aku berkata “YA” (kacamata logiku) pengelolaan mereka menimbulkan nafsu mengesankan dimata bahwa semua itu indah. Tapi “TIDAK” (pikiranku) karena dibalik semua itu, kebanyakan menimbulkan hasil dan reaksi diluar dugaan yang malah mengancam diri manusia sendiri, terasa sakit ketika melihat alam diusik oleh alat-alat besar dan menghilangkan sebagian daripadanya . Jadi aku harus pilih yang mana ?

Tepat sekali! Jawaban ada di dalam pikiran dan hati kalian sendiri, jangan biarkan merekap berperang antara perkataan “Ya” atau “Tidak” Tapi berkompromi lah!, berkompromi dengan pikiran cerdas kalian dan rasakannlah dengan dengan perasaan yang paling tepat untuk setiap masalah. Bukankah mereka satu kesatuan yang saling bergantungan? Benar, kan ?

Dan pusatnya ada di otak kalian, jika mereka tak bisa bekerja sama otak kalian takkan berkerja sebagai mesestinya, namun jika mereka dapat bekerja sama, semua akan berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya karena mereka semua saling ketergantungan satu sama lain.